Senin, 12 Desember 2016

BAB V

ANALISA & PERANCANGAN SISTEM INFORMASI
Soal:
1.             Jelaskan teknik-teknik pengumpulan data yang dapat digunakan dalam penelitian tersebut, teknik manakah yang paling baik digunakan menurut anda? Jelaskan alasannya serta sebutkan apa kelebihan dan kekurangan dari masing-masing teknik pengumpulan data tersebut!
Jawab:
Teknik Interview (Wawancara)
Wawancara merupakan teknik pengumpulan data yang digunakan untuk lebih mendalami responden secara spesifik yang dapat dilakukan dengan tatap muka ataupun komunikasi menggunakan alat bantu komunikasi. Sugiyono (2013:194) mengemukakan wawancara dapat dilakukan secara terstruktur maupun tidak terstruktur. Dengan penjelasan sebagai berikut :
Wawancara Terstruktur  digunakan teknik pengumpulan data, bila peneliti atau pengumpul data telah mengetahui dengan pasti tentang informasi apa yang akan diperoleh. Dalam melakukan wawancara, selain membawa instrument sebagai pedoman untuk wawancara, maka pengumpul data juga dapat menggunakan alat bantu seperti tape recorder, gambar, brosur dan material lain yang dapat membantu pelaksanaan wawancara menjadi lancar.
Wawancara tidak terstruktur, adalah wawancara yang bebas dimana peneliti tidak menggunakan pedoman wawancara yang telah tersusun secara sistematis dan lengkap untuk pengumpulan datanya. pedoman wawancara yang digunakan hanya berupa garis-garis besar permasalahan yang akan ditanyakan.

Teknik Observasi
Observasi sebagai teknik pengumpulan data mempunyai cirri yang spesifik bila dibandingkan dengan teknik yang lain, yaitu wawancara dan kuesioner. Kalau wawancara dan kuesioner selalu berkomunikasi dengan orang, maka observasi tidak terbatas pada orang, tetapi juga pada obyek-obyek alam yang lain. Dari proses pelaksanaan pengumpulan data, observasi dapat dibedakan menjadi participant observation(observasi berperan serta) dan non participant observation.
1.    Observasi Berperan serta (participant observation), dalam observasi ini, peneliti terlibat dengan kegiatan sehari-hari orang yang sedang diamati atau yang digunakan sebagai sumber data penelitian.
2.    Observasi Nonpartisipan, kalau dalam observasi partisipan peneliti terlibat langsung dengan aktivitas orang-orang yang sedang diamati, maka dalam observasi nonpertisipan peneliti tidak terlibat dan hanya sebagai pengamat independen.

Teknik Questioner
Kuesioner (angket) merupakan teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberi seperangkat pertanyaan atau pernyataan tertulis kepada responden untuk dijawabnya.

Menurut saya yang paling baik digunakan adalah teknik pengumpulan data dengan menggunakan interview, karena jika kita memilih dengan menggunakan teknik interview, kita bisa menanyakan langsung pertanyaan kepada narasumber jika kita belum memahami mengenai pertanyaan dan bisa menanyakannya lebih rinci lagi, dan jika kita menggunakan teknik interview kita bisa mengetahui sudut pandang dan keakuratan data-datanya, selain itu semuanya mengacu kepada hal-hal konkret yang bersifat fakta.

Kelebihan dan kekurangan teknik wawancara
Kelebihan
1.    Flexibility : Pewawancara dapat secara luwes mengajukan pertanyaan sesuai dengan situasi yang dihadapi pada saat itu. Jika dia menginginkan informasi yang mendalam maka dapat melakukan “probing”. Demikian pula jika ingin memperoleh informasi tambahan, maka dia dapat mengajukan pertanyaan tambahan, bahkan jika suatu pertanyaan dianggap kurang tepat ditanyakan pada saat itu, maka dia dapat menundanya.
2.    Nonverbal Behavior : Pewawancara dapat mengobservasi perilaku nonverbal, misalnya rasa suka, tidak suka atau perilaku lainnya pada saat pertanyaan diajukan dan dijawab oleh responden.
3.    Question Order : Pertanyaan dapat diajukan secara berurutan sehingga responden dapat memahami maksud penelitian secara baik, sehingga responden dapat menjawab pertanyaan dengan baik.
4.    Respondent alone can answer : Jawaban tidak dibuat oleh orang lain tetapi benar oleh responden yang telah ditetapkan.
5.    Greater complexity of questionnaire : Kuesioner umumnya berisi pertanyaan yang mudah dijawab oleh responden. Melalui wawancara, dapat ditanyakan hal-hal yang rumit dan mendetail.
6.    Completeness : Pewawancara dapat memperoleh jawaban atas seluruh pertanyaan yang diajukan.

Kelemahan
1.    Mengadakan wawancara dengan individu satu persatu memerlukan banyak waktu dan tenaga dan juga mungkin biaya.
2.    Interview Bias : Walau dilakukan secara tatap muka, namun kesalahan bertanya dan kesalahan dalam menafsirkan jawaban, masih bisa terjadi. Sering atribut (jenis kelamin, etnik, status sosial, jabatan, usia, pakaian, penampilan fisik, dsb) responden dan juga pewawancara mempengaruhi jawaban.
3.    Keberhasilan wawancara sangat tergantung dari kepandaian pewawancara dalam melakukan hubungan antar manusia (human relation).
4.    Wawancara tidak selalu tepat pada kondisi-kondisi tempat tertentu, misalnya di lokasi-lokasi ribut dan ramai
5.    Sangat tergantung pada kesediaan, kemampuan dan keadaan sementara dari subyek wawancara, yang mungkin menghambat ketelitian hasil wawancara.
6.    Jangkauan responden relatif kecil dan memakan waktu lebih lama dari pada angket dan biaya yang relatif yang lebih mahal.

Kelebihan dan kekurangan teknik observasi
Kelebihan
1.    Data yang dikumpulkan melalui observasi cenderung mempunyai keandalan yang tinggi. Kadang observasi dilakukan untuk mengecek validitas dari data yang telah diperoleh sebelumnya dari individu-individu.
2.    Dapat melihat langsung apa yang sedang dikerjakan, pekerjaan-pekerjaan yang rumit kadang-kadang sulit untuk diterangkan.
3.    Dapat menggambarkan lingkungan fisik dari kegiatan-kegiatan, misalnya tata letak fisik peralatan, penerangan, gangguan suara dan lain-lain.
4.    Dapat mengukur tingkat suatu pekerjaan, dalam hal waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan satu unit pekerjaaan tertentu.

Kekurangan
1.    Umumnya orang yang diamati merasa terganggu atau tidak nyaman, sehingga akan melakukan pekerjaannya dengan tidak semestinya.
2.    Pekerjaan yang sedang diamati mungkin tidak mewakili suatu tingkat kesulitan pekerjaan tertentu atau kegiatan-kegiatan khusus yang tidak selalu dilakukan atau volume-volume kegiatan tertentu.
3.    Dapat mengganggu proses yang sedang diamati.
4.    Orang yang diamati cenderung melakukan pekerjaannya dengan lebih baik dari biasanya dan sering menutup-nutupi kejelekan-kejelekannya.

Kelebihan dan kekurangan teknik Questioner
Kelebihan
1.    Bila lokasi responden jaraknya cukup jauh, metode pengumpulan data yang paling mudah adalah dengan angket.
2.    Pertanyaan-pertanyan yang sudah disiapkan adalah merupakan waktu yang efisien untuk menjangkau responden dalam jumlah banyak.
3.    Dengan angket akan memberi kesempatan mudah pada responden untuk mendiskusikan dengan temannya apabila menemui pertanyaan yang sukar dijawab.
4.    Dengan angket responden dapat lebih leluasa menjawabnya dimana saja, kapan saja, tanpa terkesan terpaksa.

Kelemahan
1.    Apabila penelitian membutuhkan reaksi yang sifatnya spontan dengan metode ini adalah kurang tepat.
2.    Metode ini kurang fleksibel, kejadiannya hanya terpancang pada pertanyaan yang ada.
3.    Jawaban yang diberikan oleh responden akan terpengaruh oleh keadaan global dari pertanyaan. Sangat mungkin jawaban yang sudah diberikan di atas secara spontan dapat berubah setelah melihat pertanyaan dilain nomor.
4.    Sulit bagi peneliti untuk mengetahui maksud dari apakag sudah responden sudah terjawab atau belum.
5.    Ada kemungkinan terjadi respons yang salah dari responden. Hal ini terjadi karena kurang kejelasan pertanyaan atau karena keragu-raguan responden menjawab.Hal-hal yang boleh dan tidak boleh dilakukan dalam teknik quisioner.
2.             Apa yang dimaksud dengan Interview Guide serta berikan contoh penggunaannya?
Jawab:
Interview Guide merupakan paduan atau pedoman bagi para peneliti yang ingin mengungkap kondisi psikologis subjek melalui cara tanya jawab dengan tujuan tertentu. Oleh karena itu pembuatan interview guide harus benar agar peneliti mendapatkan apa yang menjadi tujuan penelitian.
Contoh pengunaan Interview Guide dalam wawancara menggunakan pertanyaan terbuka dan tidak sepenuhnya berpedoman pada guide yang telah ada, pertanyaan yang akan diajukan tergantung pada konteks jawaban dari interview nantinya, namun masih dalam batasan pertanyaan yang relevan dengan tujuan wawancara.

Waktu Pelaksanaan
Narasumber
Daftar Pertanyaan
Senin, 28 November 2016
Perpustakaan
Bagaimanakah hubungan petugas perpustakaan dengan pengunjung
Senin, 28 November 2016
Perpustakaan
Bagaimanakah aktivitas pengunjung didalam perpustakaan
Senin, 28 November 2016
Perpustakaan
Sistem Informasi apakah yang digunakan dalam Perpustakaan UMC kampus 1?
Selasa, 29 November 2016
Kabiro Akademik
Apakah Latar belakang pembuatan aplikasi SIMAKU?
Selasa, 29 November 2016
Kabiro Akademik
Apakah SIMAKU bermanfaat untuk membantu pekerjaaan dalam menangani mahasiswa?

3.             Dalam melaksanakan teknik observasi kita perlu merencakan hal-hal yang dibutuhkan dalam observasi tersebut dengan konsep 5W + 1H. Jelaskan!
Jawab:
What   Ã  Sistem Informasi apakah yang digunakan dalam Perpustakaan UMC kampus 1?
Where  Ã  Dimanakah lokasi Perpustakaan UMC kampus 1?
When   Ã  Kapan waktu penelitian dilakukan di Perpustakaan UMC kampus 1?
Whom Ã  Obyek penelitian apa yang digunakan oleh Sistem Informasi di Perpustakaan UMC Kampus 1?
How    Ã  Bagaimanakah hasil dari Sistem Informasi yang digunakan oleh Perpustakan UMC kampus1?

4.             Jelaskan bentuk-bentuk daftar pertanyaan serta berikan contohnya masing-masing pada divisi:
a.    EDP (Electronic Data Processing)
b.    Penjualan
c.    HRD (Personalia)
Jawab:
Ada dua macam format dari Questioner, yaitu:
-       Format Bebas : berisi dengan pertanyaan-pertanyaan yang harus diidi oleh responden ditempat ynag sudah disediakan.
-       Format Pasti (check-list questioner, yes/no questioner, choice/opinion questioner)
Format Pasti : berisi dengan pertanyaan-pertanyaan yang jawabannya sudah pasti dengan memilih jawaban yang tersedia. Hasil dari daftar pertanyaan tipe ini akan lebih mudah untuk ditabulasi dan diisi oleh responden. Daftar pertanyaan tipe ini mempunyai beberapa bentuk pertanyaan.
1.    Check-off questions             : macam dari pertanyaan-pertanyaan ini dibuat sehingga responden dapat memeriksa (check-off) jawaban-jawaban yang sesuai.
2.    Yes/No questions                  : macam dari pertanyaan-pertanyaan ini memungkinkan responden untuk menjawab ‘ya’ atau ‘tidak’.
3.    Opinion/Choice questions     : macam dari pertanyaan-pertanyaan ini memungkinkan responden untuk memberikan pendapatnya.

Daftar Pertanyaan Format Bebas (Free Format Questionnaire) Berisi Dengan Pertanyaan-Pertanyaan Yang Harus Disi Oleh Responden Di Tempat Yang Sudah Disediakan.
Elektronik Data Processing
1. Apa Definisi Dari Elektronik Data Processing ?
2. Tahapan Apa Saja Yang Ada Dalam Elektronik Data Processing ?
Penjualan
1. Dimanakah Elektronik Data Processing Biasa Dijual ?
2. Dalam Penjualan Nya Elektronik Data Processing Diperlukan Sebagai Apa ?
HRD
1. Apakah Sudah Banyak Yang Bisa Menggunakan Elektronik Data Processing ?
2. Apakah Penggunaannya Mudah ?
Format Pasti : Berisi Dengan Pertanyaan-Pertanyaan Yang Jawabannya Sudah Pastidengan Memilih Jawaban Tersedia. Hasil Dari Daftar Pertanyaan Tipe Ini Akan Lebih Mudah Untuk Di Tabulasi Dan Di Isi Oleh Responden. Daftar Pertanyaan Tipe Ini Mempunyai Beberapa Bentuk Pertanyaan.
A.   Check-Off  Questions : Macam Dari Pertanyaan-Pertanyaan Ini Dibuat Sehingga Responden Dapat Memeriksa (Check-Off) Jawaban-Jawaban Yang Sesuai.
Elektronik Data Processing
Sistem Program Apakah Yang Terdapat Dalam Elekktronik Data Processing ?
□   Utility System
□   Compilers Dan Assembler
□   Database Management System
□   OS (Operating System)
□   ………..
Penjualan
Dalam Penjualan Menggunakan Bentuk Via Pemasaran Lewat Apakah ?
□   Website
□   Bbm
□   Whatsapp
□   Facebook
□   ………….
HRD
Siapa Sajakah Yang Bisa Menggunakan Elektronik Data Processing Dalam Suatu Perusahaan ?
□   Direktur
□   Manajemen
□   Karyawan
□   ……………
B.   Yes/No Questions : Macam Dari Pertanyaan-Pertanyaan Ini Memungkinkan Responden Untuk Menjawab ‘Ya’ Atau ‘Tidak’.
Elektronik Data Processing
Apakah Dalam Metode Organisasi Dan Pemrosesan Data Pada Elektronik Data Processing Terdapat 2 Cara?
□   Yes
□   No
Penjualan
Apakah Perusahaan Juga Merupakan Sasaran Penjualan Elektronik Data Processing ?
□   Yes
□   No
HRD
Apakah Direktur Boleh Menggunakan Elektronik Data Processing Pada Suatu Perusahaan ?
□   Yes
□   No

C.   Opinion/Choice Questions : Macam Dari Pertanyaan-Pertanyaan Ini Memungkinkan Responden Untuk Memberikan Pendapatnya.
Elektonik Data Processing
Apakah Elektonik Data Processing Dalam Perusahaan Anda Melakukan Audit Secara Teliti ?
□   Sangat Teliti
□   Cukup Teliti
□   Kurang Teliti
Penjualan
Apakah Penjualan Via Facebook Mendapatkan Konsumen Yang Banyak ?
□   Sangat Banyak
□   Cukup Banyak
□   Kurang Banyak
HRD
Bagaimana Tanggapan Para Karyawan Tentang Elektronik Data Processing Dalam Membantu Kinerja Mereka ?
□   Sangat Membantu
□   Cukup Membantu
□   Kurang Membantu

5.             Sebutkan definisi dari desain sistem serta sebutkan sumber referensi yang digunakan, serta jelaskan apa perbedaan antara desain sistem secara umum dan secara khusus?
Jawab:
Arti Desain Sistem, yaitu:
a.    Tahap setelah analisis sistem dari siklus pengembangan sistem
b.    Menggambarkan bagaimana suatu sistem dibentuk
c.    Mengkonfigurasi dari komponen-komponen perangkat lunak dan perangkat keras dari suatu sistem

Desain sistem secara umum merupakan persiapan dari desain terinci. Desain secara umum mengidentifikasikan komponen-komponen sistem informasi yang akan didesain secara rinci. Desain terinci di maksudkan untuk pemrogram komputer dan ahli teknik lainnya yang akan mengimplementasi sistem. Tahap desain sistem secara umum dilakukan setelah tahap analisis sistem selesai dilakukan dan hasil analisis disetujui oleh manajemen.Seperti halnya arsitek yang akan membangun rumah tempat tinggal, setelah arsitek selesai melakukan analisis, maka arsitek mulai membuat sketsa secara garis besar kepada calon pemakai rumah.
BAB IV
ANALISIS SISTEM


4.1 ANALISA SISTEM MENURUT PARA AHLI
  1. Menurut Mc Leod :Analisa Sistem Adalah Suatu studi dari sistem yang telah ada dengan tujuan untuk merancang sistem yang baru atau memperbaiki kekurangan dari sistem yang telah ada.
  2. Menurut  Pressman : Analisa Sistem Adalah Kegiatan menemukan atau mengidentifikasikan masalah, mengevaluasi, membuat model serta membuat spesifikasi sistem.
  3. Menurut  Yourdan : Analisa Sistem Adalah Suatu kegiatan mentransformasikan dua masukan utama, yaitu kebijaksanaan pemakai dan anggaran proyek kedalam spesifikasi yang terstruktur. Kegiatan tersebut melibatkan alat dan model diagram aliran data, diagram antar entitas dan komunikasi data.
  4. Analisa Sistem Secara Umum :adalah Memandang, Pengamatan dan menyimpulkan konsep sistem berdasarkan Sistem Informasi secara fisik dan konseptual.

4.2 LANGKAH-LANGKAH ANALISA SISTEM

Langkah-langkah dalam tahap analisa sistem hampir sama dengan yang akan langkah-langkahyang dilakukan dalam mendefinisikan proyek-proyek sistem yang akan dikembangkan di tahap perencanaan sistem. Perbedaannya terletak pada ruang-lingkup tugasnya. Di analisa sistem, ruang lingkup tugasnya adalah lebih terinci. Di analisa sistem ini, penelitian yang dilakukan oleh analis sistem adalah penelitian terinci, sedang di perencanaan sistem sifatnya hanya penelitian pendahuluan

Di dalam tahap analisa sistem terdapat langkah-langkah dasar yang harus dilakukan oleh analis sistem, sebagai berikut:
  1. Identify, yaitu mengidentifikasikan masalah
  2. Understand, yaitu memahami kerja dari sistem yang ada
  3. Analyze, menganalisis sistem
  4. Report, yaitu membuat laporan hasil analisis.

4.3 TUGAS ANALIS SISTEM MENGIDENTIFIKASI MASALAH

      Mengidentifikasi (mengenal) masalah merupakan langkah pertama yang dilakukan dalam tahap analisis sistem.       Masalah dapat didefinisikan sebagai suatu pertanyaan yang diinginkan untuk dipecahkan. Masalah inilah yang             menyebabkan sasaran dari system tidak dapat dicapai. Oleh karena itu langkah pertama yang harus dilakukan           oleh analis sistem adalah mengidentifikasi terlebih dahulu masalah-masalah yang terjadi.

Tugas analis system Dalam Mengidentifikasi Masalah adalah :
  1. Mengidentifikasi Penyebab Masalah. Analis sistem harus mempunyai pengetahuan yang cukup tentang aplikasi yang sedang dianalisisnya. Untuk aplikasi bisnis, analis sistem perlu mempunyai pengetahuan tentang sistem bisnis yang diterapkan di organisasi, sehingga dapat mengidentifikasi penyebab terjadinya masalah ini. Tugas mengidentifikasi penyebab masalah dimulai dengan mengkaji ulang terlebih dahulu subyek permasalahan yang telah diutarakan oleh manajemen atau yang telah ditemukan oleh analis sistem ditahap perencanaan sistem.
  2. Mengidentifikasi Titik Keputusan. Setelah penyebab terjadinya masalah dapat diidentifikasi, selanjutnya juga harus mengidentifikasikan titik keputusan penyebab masalah tersebut. Titik keputusan menunjukkan suatu kondisi yang menyebabkan sesuatu terjadi. Analis sistem bila telah dapat mengidentifikasi terlebih dahulu titik-titikkeputusan penyebab masalah, maka dapat memulai penelitiannya dititik-titik keputusan tersebut. Sebagai dasar identifikasi titik-titik keputusan ini, dapat digunakan dokumen paperwork flow atau form flowchart bila dokumentasi ini dimiliki oleh perusahaan.
  3. Mengidentifikasi Personil-personil Kunci. Setelah titik-titik keputusan penyebab masalah dapat diidentifikasi beserta lokasi terjadinya, maka selanjutnya yang perlu diidentifikasi adalah personil-personil kunci baik yang langsung maupun yang tidak langsung dapat menyebabkan terjadinya masalah tersebut. Identifikasi personil-personil kunci ini dapat dilakukan dengan mengacu pada bagan alir dokumen perusahaan serta dokumen deskripsi kerja (job description).

4.4 MEMAHAMI KERJA SISTEM

      Langkah ini dapat dilakukan dengan mempelajari secara terinci bagaimana sistem yang ada beroperasi.                Diperlukan data yang dapat diperoleh dengan cara melakukan penelitian. Bila di tahap perencanaan sudah pernah diadakan penelitian, sifatnya masih penelitian pendahuluan (preliminary survey). Sedangkan pada tahap analisis sistem, penelitiannya bersifat penelitian terinci (detailed survey).

Analis sistem perlu mempelajari apa dan bagaimana operasi dari sistem yang ada sebelum mencoba untuk menganalisis permasalahan, kelemahan dan kebutuhan pemakai sistem untuk dapat memberikan rekomendasi pemecahannya. Sejumlah data perlu dikumpulkan, dengan menggunakan teknik pengumpulan data yang ada, yaitu wawancara, oberservasi, daftar pertanyaan dan pengambilan sampel.

Tugas analis system Dalam Memahami Kerja Sistem:
1. Menentukan Jenis Penelitian
Jenis penelitian perlu ditentukan untuk masing-masing titik keputusan yang akan diteliti. Jenis penelitian tergantung dari jenis data yang diperoleh, dapat berupa data tentang operasi sistem, data tentang perlengkapan sistem, pengendalian sistem, atau I/O yang digunakan oleh sistem.

2. Merencanakan Jadual Penelitian
Supaya penelitian dapat dilakukan secara efisien dan efektif, maka jadual penelitian harus direncanakan terlebih dahulu yang meliputi :
  1. Dimana penelitian akan dilakukan
  2. Apa dan siapa yang akan diteliti
  3. Siapa yang akan meneliti
  4. Kapan penelitian dilakukan

3. Membuat Penugasan Penelitian

Setelah rencana jadual penelitian dibuat, maka tugas dilanjutkan dengan menentukan tugas dari masing-masing anggota tim analis sistem, yang ditentukan oleh koordinator analis sistem melalui surat penugasan dengan menyertakan lampiran kegiatan penelitian yang harus dilakukan.

4. Membuat Agenda Wawancara
Sebelum wawancara dilakukan, waktu dan materi wawancara perlu didiskusikan. Rencana ini dapat ditulis di agenda wawancara dan dibawa selama wawancara berlangsung. Tujuannya adalah supaya wawancara dapat diselesaikan tepat pada waktunya dan tidak ada materi yang terlewatkan.


5. Mengumpulkan Hasil PenelitianFakta atau data yang diperoleh dari hasil penelitian harus dikumpulkan sebagai suatu dokumentasi sistem lama, yaitu :
  1. Waktu untuk melakukan suatu kegiatan
  2. Kesalahan melakukan kegiatan di sistem yang lama
  3. Pengambilan sampel
  4. Formulir dan laporan yang dihasilkan oleh sistem lama
  5. Elemen-elemen data
  6. Teknologi yang digunakan di sistem lama
  7. Kebutuhan informasi pemakai sistem / manajemen

4.5 MENGANALISIS HASIL

Langkah ini dilakukan berdasarkan data yang telah diperoleh dari hasil penelitian yang telah dilakukan.

1. Menganalisis Kelemahan Sistem
Penelitian dilakukan untuk menjawab pertanyaan :
  1. Apa yang dikerjakan ?
  2. Bagaimana mengerjakannya ?
  3. Siapa yang mengerjakan
          Sasaran yang diinginkan oleh sistem yang baru ditentukan oleh kriteria penilaian sebagai berikut : 
  1. Relevance,
  2. Capacity,
  3. Efficiency,
  4. Timeliness,
  5. Accessibility,
  6. Flexibility,
  7. Accuracy,
  8. Reliability,
  9. Security,
  10. Economy,
  11. Simplicity
Berdasarkan pertanyaan dan kriteria ini, selanjutnya analis system akan dapat melakukan analis dari hasil penelitian dengan baik untuk menemukan kelemahan dan permasalahan dari sistem yang ada.

2. Menganalisis Kebutuhan Informasi Pemakai / Manajemen
Tugas lain dari analis sistem yang diperlukan sehubungan dengan sasaran utama sistem informasi, yaitu menyediakan informasi yang dibutuhkan bagi para pemakainya perlu dianalisis.


4. 6 MEMBUAT LAPORAN HASIL ANALISIS

        Laporan hasil analisis diserahkan ke Panitia Pengarah (Steering Committee) yang nantinya akan diteruskan ke       manajemen. Pihak manajemen bersama-sama dengan panitia pengarah dan pemakai sistem akan mempelajari        temuan-temuan dan analis yang telah dilakukan oleh analis sistem yang disajikan dalam laporan ini.

Tujuan utama dari penyerahan laporan ini kepada manajemen adalah :
  1. Analisis telah selesai dilakukan
  2. Meluruskan kesalah-pengertian mengenai apa yang telah ditemukan dan dianalisis oleh analis sistem tetapi tidak sesuai menurut manajemen
  3. Meminta pendapat dan saran dari pihak manajemen
  4. Meminta persetujuan kepada pihak manajemen untuk melakukan tindakan selanjutnya (dapat berupa meneruskan ke tahap disain sistem atau menghentikan proyek bila dipandang tidak layak lagi)
  5. Semua hasil yang didapat dari penelitian perlu dilampirkan pada laporan hasil analisis ini, sehingga manajemen dan user dapat memeriksa kembali kebenaran data yang telah diperoleh.